Senin, 10 Januari 2011
Minggu, 02 Januari 2011
DOSEN KILLER
Dilihat dari nama judul, Killer tidak dimaksudkan sebagai pembunuh. Tapi, killer tersebut adalah dosen yang menyusahkan mahasiswa/i.
Bangku perkuliahan tidak lepas dari pengajaran para dosen-dosen yang berkompeten. Namun, terkadang kita dihadapai masalah yang besar, yaitu kesulitan dalam lulus suatu mata perkuliahan. Banyak hal yang mengakibatkan hal tersebut, diantaranya : jarang belajar, OL yang tidak terbatas, malas, ataupun sedikit dosen yang sangat menyulitkan kita. Dalam hal ini sering kita menjumpai dosen yang mempunyai nalar tersebut mungkin tujuan mereka baik, untuk melatih kita dan meningkatkan kualitas kepandaian kita. Namun, terkadang kita malah sulit untuk mengikuti nalar dosen tersebut. Disini saya menganalisis apa saja yang dosen lakukan untuk menyulitkan hasil nilai kita :
1. Sulit memberikan nilai A/B pada mahasiswa, padahal mahasiswa sering masuk dan mengerjakan ujian dengan baik. Dosen tersebut tipe orang yang susah. Mahasiswa terkadang merasa pusing terhadap itu semua, termasuk saya sendiri. Mahasiswa bingung, apa yang harus mereka lakukan sebenarnya. Mereka tidak tahu keinginan dosen tersebut.
2. Tugas yang menumpuk. Dosen terkadang memberikan tugas seabrek saat mahasiswa tengah menyambut ujian semester, diantaranya : makalah, tugas presentasi dan tugas individu maupun kelompok lainnya. Namun, tugas tersebut bisa membantu menaikkan nilai kita yang rendah menjadi agak tinggi.
3. Jarang masuk tetapi pelit nilai. Ini paling menyebalkan bagi mahasiswa. Sudah jarang kasih materi, ujian susah, pelit pula nilainya.
4. Dosen yang sering keluar kota. Mahasiswa/i yang ingin membuat skripsi, harus mempunyai pembimbing dosen untuk membantu menyelesaikan skripsi tersebut. Sering kali ada dosen yang suka 'berpetualang' keluar kota. Dan kita susah menemui mereka, jadi banyak mahasiswa/i yang sulit lulus kuliah.
5. Dsb..
Tapi, kita sebagai mahasiswa/i yang baik harus menghormati para DOSEN karena mereka juga manusia seperti kita yang tak luput dari salah. Mereka juga sudah berbaik hati mengajari kita tentang apa yang harus kita pelajari. Dosen sama saja dengan guru *pahlawan bangsa*. Tidak sedikit juga dosen yang murah hati, baik, tidak menyusahkan, gampang dimengerti materinya, dll. Semoga saja Dosen-dosen di Indonesia seperti itu, pasti Indonesia menghasilkan sarjana yang berkualitas. AMIN..
By: Me
Sabtu, 01 Januari 2011
CEK PERINGKAT BLOG/WEBSITE ANDA
Cek peringkat blog/website anda bisa menggunakan Website Grader, Website Grader merupakan sebuah Website SEO Tool yang berfungsi untuk mengecek seberapa baik peringkat blog/website Anda di internet. Selain berfungsi sebagai pengecek peringkat, website grader juga berfungsi untuk menganalisa sejauh mana optimasi blog Anda dari sisi SEO, misalnya optimasi meta tag, optimasi gambar yang digunakan di blog, optimasi header (h1 dan h2) yang terdapat di dalam blog, google page rank, google indexed pages, traffic rank (alexa), social mediasphere (berapa banyak halaman blog Anda yang di submit ke social bookmark), dan lain-lain.
Untuk mencoba Website SEO Tool yang satu ini Anda dapat mengunjunginya di websitegrader.com. Untuk menggunakannya Anda tinggal memasukkan URL blog/website Anda di kolom Website URL kemudian klik tombol Generate Report. Anda juga bisa bisa menerima laporan terakhir tentang blog Anda dari websitegrader dengan cara memasukkan alamat e-mail Anda di kolom Your E-Mail.
Kesimpulannya, website grader merupakan Website SEO Tool yang sangat lengkap karena dapat menyajikan informasi yang lengkap tentang blog Anda, dari mulai meta tag sampai social mediasphere.
Akan tetapi tampaknya informasi yang diberikan kurang aktual karena saat saya cek blog saya dengan Tool ini, pagerank blog saya masih 0, padahal sebelumnya saya cek di pagerank.net, pagerank blog saya 1.
Over all, Website SEO Tool yang satu ini cukup bagus digunakan karena bisa memberikan informasi yang lengkap tentang peringkat blog/website Anda di internet.
Silakan mencoba..
sumber informasi.
Untuk mencoba Website SEO Tool yang satu ini Anda dapat mengunjunginya di websitegrader.com. Untuk menggunakannya Anda tinggal memasukkan URL blog/website Anda di kolom Website URL kemudian klik tombol Generate Report. Anda juga bisa bisa menerima laporan terakhir tentang blog Anda dari websitegrader dengan cara memasukkan alamat e-mail Anda di kolom Your E-Mail.
Kesimpulannya, website grader merupakan Website SEO Tool yang sangat lengkap karena dapat menyajikan informasi yang lengkap tentang blog Anda, dari mulai meta tag sampai social mediasphere.
Akan tetapi tampaknya informasi yang diberikan kurang aktual karena saat saya cek blog saya dengan Tool ini, pagerank blog saya masih 0, padahal sebelumnya saya cek di pagerank.net, pagerank blog saya 1.
Over all, Website SEO Tool yang satu ini cukup bagus digunakan karena bisa memberikan informasi yang lengkap tentang peringkat blog/website Anda di internet.
Silakan mencoba..
sumber informasi.
KILAS JEJARING SOSIAL DI TAHUN 2011
Pada tahun yang lalu yaitu tahun 2010, Facebook berhasil merajai jagat web. Facebook semakin banyak pengikut dan semakin banyak cabang diluar perusahaannya. Selanjutnya, untuk tahun 2011 ini apa dan siapa yang akan merajai jagat web tersebut? Apakah Facebook yang akan tetap menjadi juara atau jejaring sosial yang lain? Berikut adalah prediksi jejaring sosial di tahun 2011 ini :
1. Google (tetap) gagal membangun layanan jejaring sosial
Siapa tak kenal Google. Ia mendominasi mesin pencarian di Internet. Ia juga menguasai dunia mobile dengan Android. Oh, satu lagi, ia punya YouTube, situs properti video terbesar di Internet. Tapi, mengapa upaya Google tidak pernah mulus saat membangun layanan jejaring sosial. Google Wave dan Google Buzz tutup dengan sendirinya tanpa kejelasan dan tujuan.
Dari sejumlah layanan yang dibangunnya, Google selalu mengacu pada dua kunci: kecepatan dan efisiensi, yang mana keduanya dinilai tidak terlalu penting di dunia jejaring sosial. Contohnya Google +1, komponen besar Google dalam jejaring sosial, yang menyediakan social toolbar untuk memudahkan pengguna di sela aktivitas jejaring sosial. Hasilnya, nihil. Sebab itu, jika ingin bertahan, Google harus mengoptimalisasi layanan pencarian di ranah sosial tahun ini.
2. MySpace dijual?
Meski sudah didandani atas bawah depan belakang, popularitas MySpace tetap merosot. Improvisasi pada rubrik dan fitur di dalamnya tidak membantu MySpace untuk bertahan lebih lama. Meski sempat jaya sebagai tempat pemberhentian hiburan sosial, kini tak bisa dipungkiri, MySpace babak belur.
Tidak sedikit yang memprediksi MySpace akan "bubar" alias gulung tikar. Hanya saja kita tak pernah tahu kapan waktu itu akan datang. Bukan tidak mungkin properti berharga yang dimiliki MySpace ditaksir oleh seseorang di luar sana. Sehingga, kemungkinan yang akan muncul pada MySpace antara tutup atau diakuisisi.
3. Bebo punya pemilik baru (lagi)
Bebo pernah menelan pil pahit selama melanglang buana di dunia jejaring sosial. Ketika Bebo muncul pada tahun 2006, ia digadang-gadang akan menjadi sebuah "pembangkit tenaga listrik" bagi jejaring sosial. Pada 2008, AOL mengakuisisinya dengan nilai US$850 juta, harga yang fantastis, bahkan terlalu tinggi.
Namun, enam bulan kemudian, AOL menjual Bebo dengan nilai US$10 juta ke Criterion Capital Partners. Meski terseok-seok, pemilik baru ini langsung menggandeng Kevin Bachus, co-creator Microsoft Xbox dan kembali memboyong pendiri Bebo Michael Birch sebagai penasehat sekaligus investor.
Tak banyak perubahan, Bebo tetap menyusut. Criterion Capital Partnerts ketar-ketir dan mulai mencari dana segar untuk investasi baru, setidaknya untuk mengurangi kerugian besar. Kalaupun dana segar itu didapat, diperkirakan Criterion tetap akan menjual Bebo tahun ini.
Banyak pihak berharap agar Bebo jatuh ke tangan yang benar tahun ini. Kemungkinan terbesar, dan tampaknya memang benar, Bebo akan kembali ke pangkuan Birch sendiri dan mulai dari nol.
sumber artikel
1. Google (tetap) gagal membangun layanan jejaring sosial
Siapa tak kenal Google. Ia mendominasi mesin pencarian di Internet. Ia juga menguasai dunia mobile dengan Android. Oh, satu lagi, ia punya YouTube, situs properti video terbesar di Internet. Tapi, mengapa upaya Google tidak pernah mulus saat membangun layanan jejaring sosial. Google Wave dan Google Buzz tutup dengan sendirinya tanpa kejelasan dan tujuan.
Dari sejumlah layanan yang dibangunnya, Google selalu mengacu pada dua kunci: kecepatan dan efisiensi, yang mana keduanya dinilai tidak terlalu penting di dunia jejaring sosial. Contohnya Google +1, komponen besar Google dalam jejaring sosial, yang menyediakan social toolbar untuk memudahkan pengguna di sela aktivitas jejaring sosial. Hasilnya, nihil. Sebab itu, jika ingin bertahan, Google harus mengoptimalisasi layanan pencarian di ranah sosial tahun ini.
2. MySpace dijual?
Meski sudah didandani atas bawah depan belakang, popularitas MySpace tetap merosot. Improvisasi pada rubrik dan fitur di dalamnya tidak membantu MySpace untuk bertahan lebih lama. Meski sempat jaya sebagai tempat pemberhentian hiburan sosial, kini tak bisa dipungkiri, MySpace babak belur.
Tidak sedikit yang memprediksi MySpace akan "bubar" alias gulung tikar. Hanya saja kita tak pernah tahu kapan waktu itu akan datang. Bukan tidak mungkin properti berharga yang dimiliki MySpace ditaksir oleh seseorang di luar sana. Sehingga, kemungkinan yang akan muncul pada MySpace antara tutup atau diakuisisi.
3. Bebo punya pemilik baru (lagi)
Bebo pernah menelan pil pahit selama melanglang buana di dunia jejaring sosial. Ketika Bebo muncul pada tahun 2006, ia digadang-gadang akan menjadi sebuah "pembangkit tenaga listrik" bagi jejaring sosial. Pada 2008, AOL mengakuisisinya dengan nilai US$850 juta, harga yang fantastis, bahkan terlalu tinggi.
Namun, enam bulan kemudian, AOL menjual Bebo dengan nilai US$10 juta ke Criterion Capital Partners. Meski terseok-seok, pemilik baru ini langsung menggandeng Kevin Bachus, co-creator Microsoft Xbox dan kembali memboyong pendiri Bebo Michael Birch sebagai penasehat sekaligus investor.
Tak banyak perubahan, Bebo tetap menyusut. Criterion Capital Partnerts ketar-ketir dan mulai mencari dana segar untuk investasi baru, setidaknya untuk mengurangi kerugian besar. Kalaupun dana segar itu didapat, diperkirakan Criterion tetap akan menjual Bebo tahun ini.
Banyak pihak berharap agar Bebo jatuh ke tangan yang benar tahun ini. Kemungkinan terbesar, dan tampaknya memang benar, Bebo akan kembali ke pangkuan Birch sendiri dan mulai dari nol.
sumber artikel
Langganan:
Komentar (Atom)