Minggu, 02 Januari 2011

DOSEN KILLER




Dilihat dari nama judul, Killer tidak dimaksudkan sebagai pembunuh. Tapi, killer tersebut adalah dosen yang menyusahkan mahasiswa/i.
Bangku perkuliahan tidak lepas dari pengajaran para dosen-dosen yang berkompeten. Namun, terkadang kita dihadapai masalah yang besar, yaitu kesulitan dalam lulus suatu mata perkuliahan. Banyak hal yang mengakibatkan hal tersebut, diantaranya : jarang belajar, OL yang tidak terbatas, malas, ataupun sedikit dosen yang sangat menyulitkan kita. Dalam hal ini sering kita menjumpai dosen yang mempunyai nalar tersebut mungkin tujuan mereka baik, untuk melatih kita dan meningkatkan kualitas kepandaian kita. Namun, terkadang kita malah sulit untuk mengikuti nalar dosen tersebut. Disini saya menganalisis apa saja yang dosen lakukan untuk menyulitkan hasil nilai kita :
1. Sulit memberikan nilai A/B pada mahasiswa, padahal mahasiswa sering masuk dan mengerjakan ujian dengan baik. Dosen tersebut tipe orang yang susah. Mahasiswa terkadang merasa pusing terhadap itu semua, termasuk saya sendiri. Mahasiswa bingung, apa yang harus mereka lakukan sebenarnya. Mereka tidak tahu keinginan dosen tersebut.
2. Tugas yang menumpuk. Dosen terkadang memberikan tugas seabrek saat mahasiswa tengah menyambut ujian semester, diantaranya : makalah, tugas presentasi dan tugas individu maupun kelompok lainnya. Namun, tugas tersebut bisa membantu menaikkan nilai kita yang rendah menjadi agak tinggi.
3. Jarang masuk tetapi pelit nilai. Ini paling menyebalkan bagi mahasiswa. Sudah jarang kasih materi, ujian susah, pelit pula nilainya.
4. Dosen yang sering keluar kota. Mahasiswa/i yang ingin membuat skripsi, harus mempunyai pembimbing dosen untuk membantu menyelesaikan skripsi tersebut. Sering kali ada dosen yang suka 'berpetualang' keluar kota. Dan kita susah menemui mereka, jadi banyak mahasiswa/i yang sulit lulus kuliah.
5. Dsb..
Tapi, kita sebagai mahasiswa/i yang baik harus menghormati para DOSEN karena mereka juga manusia seperti kita yang tak luput dari salah. Mereka juga sudah berbaik hati mengajari kita tentang apa yang harus kita pelajari. Dosen sama saja dengan guru *pahlawan bangsa*. Tidak sedikit juga dosen yang murah hati, baik, tidak menyusahkan, gampang dimengerti materinya, dll. Semoga saja Dosen-dosen di Indonesia seperti itu, pasti Indonesia menghasilkan sarjana yang berkualitas. AMIN..
By: Me

17 komentar:

  1. ini ni... jangan terlalu terpaku ke pendidikan formal. karna pendidikan informal tidak kalah pentingnya dengan pendidikan formal. sebagai mahasiswa kita seharusnya tau arah pendidikan kita... means that kita harus explore lebih jauh potensi kita. dan sapa lagi yang kasih kesempatan untuk mengembangkan potensi kita kalo bukan pendidikan informal. itu lebih asyik saya pikir... thx/

    BalasHapus
  2. Dosen yang paling bagus itu mestinya, memberi nilai C kepada mahasiswa yang hasil ujiannya paling bagus, kemudian yang lainnya dibawahnya, gitu .... hehehhe...

    BalasHapus
  3. Benar mas, nggak usah terpaku pada nilai, yang penting punya ilmu, Allah berjanji akan menaikan derajat orang yang punya ilmu. hehehehe...

    BalasHapus
  4. guru saya juga ada yang killer
    :D
    salam kenal

    BalasHapus
  5. Ternyata masih ada juga y dosen killer.. hehe

    artikel baru saya di Apa Beda Makanan dengan Seks

    BalasHapus
  6. saya sependapat dengan anda, mending pendidikn informal. soalnya di pendidikan formal kita agak susah mengembangkan diri..
    skill is better than IQ,, tetapi kita juga harus menyeimbangkan IQ, EQ, SQ.. :D

    BalasHapus
  7. aku ni mba, mas,,,
    yak,, tergantung niatnya,,,
    :D

    BalasHapus
  8. ya ga gitu lah,, ya kalo beri nile harus sesuai dengan kemampuanyya gitu,,,
    :)

    BalasHapus
  9. hohoo,, senasib dan sepenanggungan,, :P
    yoi,, sma"..

    BalasHapus
  10. iya geh,, hemm,, kasihan kan,,,
    oke i visit it...
    :D

    BalasHapus
  11. [url=http://livetyping.com/159246][img]http://livetyping.com/162173.gif[/img][/url] [url=http://livetyping.com]LiveTyping.com[/url]

    BalasHapus
  12. ahaha, gambarnya lucu,,
    untung d elektro g ada dosen killer,, xD

    BalasHapus
  13. wah enaknya g' da dosen killer,, di fakultas ku ada e, tpi g' banyak.. *hohoh

    BalasHapus
  14. wah,,,bda2 tipis dengan kehidupan mahasiswa lainnya...salam kenla, maen ke blog ku ya: kotakinformasi.wordpress.com

    BalasHapus