Jum’at malam tanggal 23 September 2011 tepat pukul 21.00 WIB, rombongan study tour Jogja-Surabaya bersiap diri untuk berangkat menempuh perjalanan kira-kira 8 jam lamanya. Study tour itu itu dilaksanakan pasti ada tujuannya, selain menambah wawasan pengetahuan bagi mahasiswa Pai 2010 juga untuk memenuhi syarat keluarnya nilai mata kuliah Sejarah Pemikiran Pendidikan Islam dosen Drs. Dwi Santosa M.Pd. dengan mengikuti study tour kita sebagai mahasiswa wajib mengumpulkan kegiatan kami sewaktu di Surabaya berupa makalah.
Pelopor atau dosen pendamping mahasiswa ketika berada di Surabaya ada tiga dosen, yaitu Bapak Dwi, Bapak Ghoffar, dan Bapak Nurwanto yang masing-masing memiliki andil besar dalam kegiatan tersebut. Selain bantuan dosen kegiatan ini tentunya tidak akan terwujud tanpa ada bantuan dari panitia. Panitia rihlah terdiri dari ketua (Rico), sekretaris (Nida Nashuha), Bendahara (Nurul F. dan Agum), Serta bagian tersibuk dan ternikmat adalah Sie Konsumsi ( Eka Nur A., Tri Mei, Damhuri, Bidaulan).
Saat berada di perjalanan mahasiswa tengah menyiapkan materi untuk besoknya berkunjung ke sekolah-sekolah Muhammadiyah. Rencanya perjalanan akan dimulai di Masjid Akbar Surabaya kemudian ke SD Kreatif Muhammadiyah 16 Surabaya, selanjutnya Sma Muhammadiyah 2 Surabaya, dan terakhir mahasiswa berkunjung ke Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran, Lamongan.
Wajah-wajah penasaran Mahasiswa/I tengah meliputi suasana kebahagiaan mereka. Inilah moment pertama kali bagi mahasiswa Pai 2010 untuk beraksi menampilkan keahlian mereka di Surabaya nanti. Mahasiswa berharap akan mendapatkan ilmu yang luar biasa kelak di Surabaya.
Persinggahan pertama menuju ke Masjid Akbar Surabaya. Di Masjid Akbar Surabaya kami melepas lelah dengan membersihkan kotoran yang menempel di badan kami dan disana kami menikmati pemandangan yang menakjubkan. Masjid yang besar dan menara tepat di sebelah masjid menambah kekaguman kami. Setelah kami beristirahat dan menyelesaikan sarapan pagi kami melanjutkan perjalanan ke SD Kreatif Muhammadiyah 16 Surabaya dan SMA Muhammadiyah 2 Surabaya.
Observasi dimulai. Setelah mengadakan diskusi dan wawancara terhadap pihak-pihak sekolah, kami mendapatkan pengalaman yang menakjubkan. SD Kreatif dengan kekreatifannya mendidik anak SD menjadi anak Genius dan SMAnya dengan kegigihan membangun sekolah yang hendak tutup menjadi bangkit kembali. Subhanallah….
Waktu menunjukkan pukul 15.00, perjalanan dilanjutkan. Rencana awal kami hendak belanja di Pasar Turi. Namun, isu beredar kalau Pasar Turi terbakar dan ternyata itu bukan isu belaka namun kenyataan. Kami kecewa. Kekecewaan kami menghilang setelah perjalanan diganti ke Suramadu, jembatan terkenal yang menghubungkan Surabaya dengan Madura. Baru pertama kali kami mengunjungi Suramadu. Sialnya, Bis 1 dan Bis 2 terpisah. Bis 2 bingung tak tentu arah karena ketidaktahuan rute jalan menuju Suramadu. Disitulah Bapak Ghoffar menyuruh mahasiswa untuk berkomunikasi dengan bis 1 menggunakan HP.
Mahasiswa A : “Hey! Kalian dimana?? Kami tersesat…” Sambil menggenggam HP di tangan kanannya.
Bapak Ghoffar : “Sstt.. jangan bilang tersesat! Bilang tenggelam.” Sambil berbisik ke mahasiswa A.
Mahasiswa A : “iya kami tenggelam…! Lho??”
Mahasiswa A tambah bingung dan akhirnya memutuskan komunikasi dengan Bis 1.
1 jam kemudian.
Akhirnya para mahasiswa berhasil menuju suramadu, setelah sampai di ujung jalan kami balik lagi menuju Surabaya. Yang ternyata kami hanya numpang menyebrangi suramadu.
Perjalanan selanjutnya, yaitu ke Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran, Lamongan. Disana kami menginap satu malam agar besoknya kami segar melanjutkan perjalanan. Kami dibagikan makan malam juga yang super sekali menu yang ditawarkan. Kenyang dan ngantuk meliputi kegiatan kami.
Esok paginya…
Kami memulai wawancara dan tanya jawab dengan kepala sekolah/mudir di tempat itu. Pertanyaan demi pertanyaan kami ajukan sampai semua keingintahuan kami terpenuhi. Ternyata, di Pondok Pesantren itu memiliki system yang didalamnya terdapat TK sampai Perguruan Tinggi. Semua itu berada dalam satu wilayah. Cara pengelolaannya begitu tersistematis, yaitu dalam tiap-tiap sekolah memiliki kepala sekolahnya sendiri-sendiri. Di Pondok mengandalkan ketekunan dan keikhlasan sehingga pondok bias berkembang dengan baik dan menghasilkan banyak murid yang berkualitas termasuk salah satunya Bapak Ghoffar yang merupakan alumni dari pondok tersebut.
Tepat pukul 10.00 rombongan mahasiswa berpamitan dengan pihak Ponpes menuju tempat yang sangat terkenal di Lamongan yaitu WBL (Wisata Bahari Lamongan) yang merupakan tempat tujuan terakhir kami mahasiswa Pai. Dari jam 10.00-14.00 kami dibebaskan untuk bermain sepuasnya di tempat tersebut. Hal itu merupakan hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh mahasiswa dan para dosen. Di dalam WBL itu sendiri memiliki lebih dari 20 wahana bermain yang sangat menarik.
Waktu jualah yang memisahkan, sore hari tepat jam 14.00 WIB setelah puas melakukan uji nyali di WBL kami bersiap untuk pulang menuju peraduan, Yogyakarta. Kepuasan dan pengetahuan sudah kami kantongi untuk nanti di UMY kami share-kan kepada anak-anak yang lain.
Tugas selanjutnya untuk mahasiswa yaitu membuat laporan tentang rihlah tersebut dan waktu pembuatan diberikan kurang lebih selama 2 minggu. Semoga mahasiswa bias mengerjakan dengan baik dan sempurna. Selamat Berjuang!!! J
http://publikasi.umy.ac.id/files/journals//4/articles/2350/public/2350-2452-1-PB.pdf
Pasted from
tukeran link yuk... nich linkq,,,
BalasHapusblog.umy.ac.id/daisuke